JellyPages.com

Monday, July 1, 2013

Tugas Makalah (Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknologi Informasi)

Pelayanan Petugas Layanan Informasi
Mata Kuliah Layanan Informasi





Oleh :
                                Nama     :     Farras Alda Havana
                                NIM       :     13040112130053
                                Kelas      :     A

PROGRAM STUDI S1 ILMU PERPUSTAKAAN
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2013



ABSTRAK

Layanan referensi merupakan pelayanan informasi yang ada di perpustakaan. Salah satu faktor kepuasan pengguna tergantung pada pelayanan petugas referensi. Ada lima indikator pelayanan informasi yang bisa digunakan sebagai acuan petugas dalam memberikan pelayanan informasi.

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Makalah ini saya buat berdasarkan pengalaman saya beberapa waktu lalu yang merasa kurang puas terhadap pelayanan di salah satu perpustakaan yang saya kunjungi. Ketika itu saya mengunjungi bagian referensi perpustakaan tersebut, untuk mendapatkan bahan tugas kuliah saya. Koleksi yang ada di layanan referensi tidak boleh dipinjam atau dibawa pulang, oleh karena itu setelah saya mendapatkan bahan yang saya butuhkan saya menuju ke meja petugas untuk meminta kertas guna menuliskan halaman berapa saja yang ingin saya copy. Sistem di perpustakaan ini memang seperti itu, kita harus menuliskan identitas dan keterangan bahan pustaka (biasanya dalam bentuk buku) yang ingin kita fotocopy kemudian menitipkan sejumlah uang untuk biaya penggandaan tersebut. Kebetulan saat itu perpustakaan sedang ramai, banyak mahasiswa lain yang juga akan memfotocopy maka saya harus mengantri dahulu.
Petugas di bagian referensi perpustakaan ini ada 2 orang, dan bisa dibilang keduanya sudah berumur. Ketika saya perhatikan pun kerja mereka kurang cakap dan kurang cepat, mungkin karena memang faktor usia. Yang membuat saya jengkel adalah antrian untuk memfotocopy ini kurang adil karena ada beberapa orang yang datangnya belakangan didahulukan, sementara yang sudah menunggu cukup lama tidak diperhatikan.
Saya sudah berdiri cukup lama di depan meja petugas tersebut dengan sabar mengantri untuk menyerahkan buku yang ingin saya gandakan, namun petugas itu tidak segera mengambil buku saya. Ia malah mengambil buku orang lain yang datangnya belakangan. Tidak hanya itu ketika buku yang ingin saya fotocopy sudah saya berikan kepada petugas, buku itu hanya diletakkan di meja kemudian ia meletakkan buku yang akan difotocopy oleh orang lain yang baru saja datang di atas buku saya. Kalau seperti ini saya rasa semakin tidak adil karena yang sudah lama mengantri tidak dilayani terlebih dahulu.

B.     RUMUSAN MASALAH
Bagaimanakah seharusnya seorang petugas referensi yang memberikan pelayanan informasi agar dapat memberikan kepuasan pada penggunanya?

C.    TUJUAN
1.    Memberikan informasi mengenai petugas layanan informasi.
2.  Untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana sikap seorang petugas layanan informasi.

Wednesday, January 9, 2013

#LDR vs #stopLDR


Malam ini, di hari Menulis Sedunia ini, dan ditengah kegalauan saya antara belajar Agama karena takut gak bisa dan gak belajar karena takut kecewa yang pada akhirnya.. saya memutuskan.. untuk melakukan keduanya.. *apasih* Sudah-sudah saya memang belum bisa bikin pembuka tulisan yang baik. Langsung saja ke inti permasalahan.
Jadi malam ini di TL (timeline-red) saya sedang rame hastag #stopLDR yang dipelopori oleh Mas Alitt dan Mas Bara. Entahlah, mereka sengaja bikin pejuang LDR galau, atau cari temen jomblo yang gagal LDR saya juga gak ngerti. Dari situlah dimulai pertarungan sengit antara pejuang #LDR dengan mereka yang menolak LDR dengan #stopLDR. Mereka yang sedang menjalani dan memperjuangkan LDR mencoba melawan pemikiran para penolak LDR yang selalu beranggapan bahwa LDR itu gak ada yang awet, rentan akan perselingkuhan dan pengkhianatan oleh pasangan yang berada jauh disana.
Saya sendiri yang memang belum lama ini memutuskan untuk jadi pejuang LDR sebenarnya agak kurang setuju sama #stopLDR ini, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa twit yang berhastag #stopLDR yang merupakan pengalaman pribadi beberapa pihak ini benar adanya.

Saturday, April 21, 2012

Untuk Kamu..


untuk kamu yang selalu diam-diam aku perhatikan dari jarak jauh,
kamu yang beberapa kali aku dapati sedang memandangku,
kamu yang terkadang bersikap cuek ketika bertemu denganku,
kamu yang diam-diam menyiratkan senyum simpul mempesona ketika berpapasan denganku,
kamu yang selalu aku sukai senyumannya,
kamu yang selalu aku nantikan pesan singkatnya,
kamu yang selalu memberiku semangat ketika aku down,
kamu yang selalu diam-diam berhasil meyusup ke otakku.


aku masih ingat ketika pertama kali kamu datang ke rumahku di malam yang hujan dan dingin,
dengan hanya mengenakan sepotong kaos oblong, celana kolor pendek, sandal jepit, dan menggendong tas ransel,
rambut lurusmu basah, tanganmu dingin, tubuhmu menggigil,
saat itu ingin sekali rasanya aku memelukmu, sedikit memberi kehangatan pada tubuhmu yang basah kuyup.


aku masih ingat ketika pertama kali aku pergi berdua denganmu,
kamu memboncengkanku dengan motor kesayanganku,
beberapa kali menggodaku dalam perjalanan kita malam itu.


aku masih ingat ketika pertama kali kamu menyodorkan tanganmu padaku dengan alasan dingin,
menyentuh jemariku perlahan dan menggenggamnya erat.

aku masih ingat ketika kamu memperhatikan caraku makan nasi goreng favoritku,
kamu tersenyum geli dan aku tersipu.


Wednesday, April 11, 2012

Gejolak Bernama Rindu


Aku tak mengerti rasa apa yang telah sekian lama bergejolak dihati,
perasaan yang selalu mengusik secara tiba-tiba,
menyusup diam-diam ke dalam pikiran,
perlahan menggerogoti otak,
memaksaku jatuh lebih dalam ke dalam pikiran-pikiran tentang penyebab gejolak yang terkadang terasa menyiksa ini.
Gejolak ini bernama rindu,
perasaan yang seringkali kurasakan namun tak pernah aku pahami dan tak pernah aku tahu alasannya mengapa rasa ini bisa muncul.
Seketika perasaan ini muncul tak terduga ketika segala pikiran tentang seseorang yang telah menyita perhatianku sejak lama mengendap-endap masuk tanpa izin.
Aku memang tak memiliki alasan konkret untuk merasakan rindu ini,
bahkan aku tak tau mengapa rasa ini bisa muncul,
satu hal yang aku tau penyebab gejolak yang tak menentu ini adalah KAMU.

Salatiga, 9 April 2012

Monday, January 9, 2012

Dia dan Jalan Pikirannya

image

Lelaki dan jalan pikirannya,
membingungkan,
misterius,
dan sulit ditebak.
Terkadang mereka terlihat begitu manis,
sikapnya ramah, perhatian, dan begitu romantis.
Tetapi seringkali hal itu berubah dalam waktu singkat,
menjadi cuek, dingin, dan begitu menyebalkan.
Aku benar-benar tak mengerti apa yang ada dipikirannya.
Bahkan terkadang ketika ia besikap dingin aku menjadi ragu,
aku berpikir bahwa semua sikapnya yang manis hanyalah sandiwara belaka.
Namun dalam sekejap pikiran itu sirna ketika sikapnya yang manis itu kembali,
ah wanita begitu mudahnya luluh pada sikap para lelaki yang begitu manis.
Lelaki, dapat berubah sikap dalam sekejap.
Tak ada yang benar-benar tahu bagaimana jalan pikiran mereka,
dan apa yang ada dipikiran mereka.
Begitu misterius,
sulit ditebak,
dan seringkali begitu mudahnya membuat para wanita bingung karena sikapnya.

Salatiga, 9 Januari 2012

Tuesday, December 13, 2011

Cemburu

image

Cemburu memang sederhana,
hanya perasaan iri pada orang lain.
Namun cemburu akan terasa rumit ketika aku yang merasakannya.
ketika aku merasa cemburu saat "dia" yang ada di masa lalumu hadir,
ketika wanita lain dekat denganmu,
ketika kau memberi senyum pada orang lain dan kau tak memberikannya padaku,
ketika kau merangkul sahabat wanitamu,
bahkan ketika kau memandang orang lain yang ada didekatku, bukan aku.
Ya aku selalu merasakan gejolak itu,
perasaan iri ketika kau melakukan suatu hal yang aku harapkan kau lakukan padaku
namun kenyataanya kau lakukan itu pada orang lain, bukan padaku.
Cemburu nampak begitu rumit ketika aku merasa cemburu padamu,
orang yang aku cintai,
namun sayangnya tak memiliki ikatan apapun denganku.
Aku bahkan menyangsikan apakah aku berhak cemburu,
atau bahkan hanya untuk merasakan cemburu itu sendiri.

Salatiga, 13 Desember 2011

Friday, December 2, 2011

5 huruf yang menyiksa, R-I-N-D-U

image
Rindu, suatu perasaan yang menyiksa batin yang terkadang bisa membuat seseorang yang merasakannya meneteskan air matanya. Umumnya rindu adalah saat dimana seseorang merasakan gejolak didalam hatinya ketika ia mengingat seseorang yang mungkin sudah lama tak dijumpai.
Namun bagiku rindu adalah saat dimana suatu gejolak aneh muncul ketika aku mengingat senyummu yang tak kutemukan dihari-hariku, ketika aku membutuhkan suntikan semangat darimu namun tak kutemukan kau disampingku, saat dimana aku tak berjumpa denganmu, dan saat aku menanti pesanmu yang tak kunjung datang itu. Ya, gejolak yang aku rasakan semakin besar ketika aku tak mendapatimu disisiku.

Aku begitu merindukanmu yang beberapa hari ini terasa asing dihidupku. Aku rindu senyumanmu yang selalu berhasil mempesonaku. Aku rindu perkataanmu yang selalu membuatku lebih semangat menjalani hari. Mungkin kau tak akan mengerti, karena kau tak merasakan apa yang aku rasakan. Kau tak akan bisa memahaminya ketika kau belum merasakan gejolak aneh itu ada dihatimu.

Aku harap suatu hari nanti kau akan mengerti mengapa aku sering merindukanmu, memahami bagaimana perasaanku, dan merasakan juga betapa tersiksanya aku ketika gejolak itu muncul.
Dan jangan pernah kau berkata "Aku merindukanmu." ketika kau belum benar-benar merasakan gejolak aneh itu.

Salatiga, 2 Desember 2011

Saturday, October 8, 2011

I don't leave, I just stay there.


"sampai disini saja hubungan ini. "
kau tau bagaimana perasaanku seketika itu?
hancur? ya
sakit hati? tentu
kecewa? pasti
setelah apa yang kita lewati selama ini
hanya sampai disini saja?
setelah kau membuat aku terbang dengan segala sikapmu
tiba2 begitu saja kau jatuhkan aku,
menghancurkan aku seketika.

memang ini salahku,
harusnya sejak awal aku tak banyak berharap padamu,
tapi segala sikapmu buat aku makin berharap.
dan kini kau minta untuk mengakhiri semuanya.
menghapus segala kenangan yang telah kita rajut,
bahkan aku harus pergi dari hidupmu.

sakit memang menerima kenyataan bahwa aku harus pergi,
harus menjauhi seseorang yang jadi bagian hidupku dlm beberapa waktu ini.
tapi yang perlu kau tau aku tidak akan benar-benar pergi,
aku hanya memberi sedikit celah diantara kita.

karena sesungguhnya aku tak bisa benar-benar pergi dan menjauhimu
aku masih disini, mengamati dan memperhatikanmu dari sini,
dari sisi ini.

Salatiga, 8 Oktober 2011

Sunday, October 17, 2010

Tari Geisha

Geisha (seniman) dalam bahasa jepang adalah seniman atau penghibur tradisional (entertainer) . Geisha sangat umum pada abad ke-18 dan abad ke-19, dan masih ada sampai sekarang ini, walaupun jumlahnya tidak banyak.




Sejarah geisha dimulai dari awal pemerintahan Tokugawa, di mana Jepang memasuki masa damai dan tidak begitu disibukkan lagi dengan masalah-masalah perang. Seorang calon geisha harus menjalani pelatihan seni yang berat selagi usia dini. Berlatih alat musik petik shamizen yang membuat calon geisha harus merendam jarinya di air es. Berlatih alat musik lainnya juga seperti tetabuhan kecil hingga taiko. Berlatih seni tari yang menjadi kunci kesuksesan seorang geisha, karena geisha papan atas umumnya adalah penari, tari Topeng Noh yang sering dimainkan oleh geisha dihadirkan bagi masyarakat kelas atas berbeda segmennya dengan pertunjukkan Kabuki yang lebih disukai rakyat jelata.

Geisha juga harus berlatih seni upacara minum teh, yang pada masa medieval dianggap sama pentingnya dengan seni perang. Dan berbagai latihan berat lain yang harus dijalani. Dan latihan itu masih terus dijalani setiap geisha hingga akhir karirnya.

Seorang calon geisha sedari awal menginjakkan kakinya ke rumah barunya , sudah memiliki hutang awal sebesar biaya yang dikeluarkan pemilik Okiya untuk membelinya. Sungguh Ironis. Hutang itu terus bertambah, Karena biaya pendidikan geisha, biaya perawatan kecantikan, biaya dokter yang ditalangi oleh Okiya, nyatanya dibebankan balik sebagai hutang geisha. Geisha dengan level standar akan terus terikat hingga akhir hayatnya, berbeda dengan geisha sukses yang dapat menebus kembali kebebasannya sebelum mencapai usia 20 tahunan.

Syarat menjadi geisha sukses umumnya memiliki kakak angkat yang merupakan geisha senior sukses pula , sehingga dapat mengatrol popularitas si geisha magang. Sementara geisha senior yang sukses juga tidak mau sembarangan menerima adik angkat, karena menyangkut nama baik pula. Tetapi memiliki adik angkat yang sukses akan berarti keberuntungan pula bagi yang dirinya, seniornya dan okiya-nya, karena mereka sekian persen pendapatan si geisha muda tersebut.

Saturday, October 16, 2010

RAS MONGOLOID

Ras Mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania.
Anggota ras Mongoloid biasa disebut "berkulit kuning", namun ini tidak selalu benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap.
Ciri khas utama anggota ras ini ialah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir dan lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit. Selain itu anggota ras manusia ini seringkali juga lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.

Nama ras Mongoloid diambil dari nama negara Mongolia dan diberikan oleh orang Eropa karena kontak mereka dengan anggota ras ini terutama berkaitan dengan orang Mongolia. Namun ironisnya dewasa ini setelah diteliti oleh para pakar orang-orang Mongolia ternyata orang-orang Mongolia adalah anggota ras ini yang memiliki ciri-ciri khas utama ras ini yang paling sedikit.

Biasanya oleh para pakar, ras Mongoloid dibagi lebih lanjut menjadi:

Ras Asia Utara
Ras Asia Tenggara
Ras Indian Amerika
Ras Asia Tenggara dianggap anggota Ras Asia Utara yang telah menetap di daerah tropis dan beradaptasi terhadap iklim setempat. Menurut Luigi Luca Cavalli-Sforza, daerah perbatasan tempat permukiman antara ras Asia Tenggara dan ras Asia Utara ialah sungai Yangtze di sebelah selatan Tiongkok. Namun berkat invasi dan juga migrasi dari China Utara, maka anggota ras Asia Utara juga sudah banyak tersebar di Asia Tenggara.

Sedangkan anggota ras Asia Tenggara telah menyebar di Asia Tenggara, Oseania dan bahkan di pulau Madagaskar lepas pantai Afrika bersamaan dengan penyebaran bahasa Austro-Asia dan bahasa Austronesia. Di Asia Tenggara bahkan mereka telah sebagian besar menghapus keberadaan ras Australoid. Keberadaan mereka hanya tinggal di beberapa kantung saja, misalkan orang Asli di Semenanjung Melaka dan orang Negrito di Filipina.


Friday, October 15, 2010

Bahasa Bali

Bahasa Bali adalah sebuah bahasa Austronesia dari cabang Sundik dan lebih spesifik dari anak cabang Bali-Sasak. Bahasa ini terutama dipertuturkan di pulau Bali, pulau Lombok bagian barat, dan sedikit di ujung timur pulau Jawa. Di Bali sendiri Bahasa Bali memiliki tingkatan penggunaannya, misalnya ada yang disebut Bali Alus, Bali Madya dan Bali Kasar. Yang halus dipergunakan untuk bertutur formal misalnya dalam pertemuan di tingkat desa adat, meminang wanita, atau antara orang berkasta rendah dengan berkasta lebih tinggi.

Yang madya dipergunakan di tingkat masyarakat menengah misalnya pejabat dengan bawahannya, sedangkan yang kasar dipergunakan bertutur oleh orang kelas rendah misalnya kaum sudra atau antara bangsawan dengan abdi dalemnya, Di Lombok bahasa Bali terutama dipertuturkan di sekitar kota Mataram, sedangkan di pulau Jawa bahasa Bali terutama dipertuturkan di beberapa desa di kabupaten Banyuwangi. Selain itu bahasa Osing, sebuah dialek Jawa khas Banyuwangi, juga menyerap banyak kata-kata Bali. Misalkan sebagai contoh kata osing yang berarti “tidak” diambil dari bahasa Bali tusing. Bahasa Bali dipertuturkan oleh kurang lebih 4 juta jiwa.
Sebuah ciri khas dan menjadi keistimewaan bahasa Bali ialah bahwa fonem eksplosif tak bersuara /t/ dilafazkan sebagai [t] pada posisi akhir, namun pada posisi awal dan tengah dilafazkan sebagai [ʈ] (t retrofleks). Vokal /a/ pada posisi akhir terbuka dilafazkan sebagai [ĕ]. Misalkan kata Kuta, nama pantai termashyur di Bali, dilafazkan sebagai [k'uʈĕ].


Bahasa Bali dalam keluarga bahasa Austronesia sering ditengarai paling dekat berkerabat dengan bahasa Jawa. Namun hal ini tidaklah demikian. Bahasa Bali paling dekat dengan bahasa Sasak dan beberapa bahasa di pulau Sumbawa bagian barat. Kemiripannya dengan bahasa Jawa hanya karena pengaruh kosakata atas bahasa Jawa karena aktivitas kolonisasi Jawa pada masa lampau, terutama pada abad ke-14 Masehi. Bali ditaklukkan oleh Gajah Mada pada tahun 1343 Masehi. Bahkan dalam keluarga Austronesia, secara fonologis bahasa Bali lebih mirip bahasa Melayu daripada bahasa Jawa. Namun fonem /r/ pada posisi akhir dalam bahasa Melayu, seringkali menjadi /h/ pada bahasa Bali. 


Bahasa Bali banyak terpengaruh bahasa Jawa, terutama bahasa Jawa Kuna dan lewat bahasa Jawa ini, juga bahasa Sansekerta. Kemiripan dengan bahasa Jawa terutama terlihat dari tingkat-tingkat bahasa yang terdapat dalam bahasa Bali yang mirip dengan bahasa Jawa. Maka tak mengherankanlah jika bahasa Bali halus yang disebut basa Bali Alus Mider mirip dengan bahasa Jawa Krama.

Thursday, October 14, 2010

Suku Jawa

Suku Jawa merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Setidaknya 41,7% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. Selain di ketiga propinsi tersebut, suku Jawa banyak bermukim di Lampung, Banten, Jakarta, dan Sumatera Utara. Di Jawa Barat mereka banyak ditemukan di Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Suku Jawa juga memiliki sub-suku, seperti Osing dan Tengger.

* Bahasa

Suku bangsa Jawa sebagian besar menggunakan bahasa Jawa dalam bertutur sehari-hari. Dalam sebuah survei yang diadakan majalah Tempo pada awal dasawarsa 1990-an, kurang lebih hanya 12% orang Jawa yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa mereka sehari-hari, sekitar 18% menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia secara campur, dan selebihnya hanya menggunakan bahasa Jawa saja. Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi berdasarkan hubungan antara pembicara dan lawan bicara, yang dikenal dengan unggah-ungguh. Aspek kebahasaan ini memiliki pengaruh sosial yang kuat dalam budaya Jawa, dan membuat orang Jawa biasanya sangat sadar akan status sosialnya di masyarakat.


* Kepercayaan
Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi ada juga yang menganut agama Protestan dan Katolik. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindu juga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula agama kepercayaan suku Jawa yang disebut sebagai agama Kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadangkala menjadi kabur.

* Profesi
Mayoritas orang Jawa berprofesi sebagai petani, namun di perkotaan mereka banyak yang menjadi pegawai negeri sipil dan militer. Orang Jawa tidak menonjol dalam bidang bisnis dan industri. Orang Jawa juga banyak yang bekerja di luar negeri, sebagai buruh kasar dan pembantu rumah tangga. Dan agama asal orang jawa adalah hindu.


* Stratifikasi sosial

Masyarakat Jawa juga terkenal akan pembagian golongan-golongan sosialnya. Pakar antropologi Amerika yang ternama, Clifford Geertz, pada tahun 1960-an membagi masyarakat Jawa menjadi tiga kelompok: kaum santri, abangan dan priyayi. Menurutnya kaum santri adalah penganut agama Islam yang taat, kaum abangan adalah penganut Islam secara nominal atau penganut Kejawen, sedangkan kaum Priyayi adalah kaum bangsawan. Tetapi dewasa ini pendapat Geertz banyak ditentang karena ia mencampur golongan sosial dengan golongan kepercayaan. Kategorisasi sosial ini juga sulit diterapkan dalam menggolongkan orang-orang luar, misalkan orang Indonesia lainnya dan suku bangsa non-pribumi seperti orang keturunan Arab, Tionghoa, dan India.

* Seni
Orang Jawa terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha, yaitu pementasan wayang. Repertoar cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Selain pengaruh India, pengaruh Islam dan Dunia Barat ada pula. Seni batik dan keris merupakan dua bentuk ekspresi masyarakat Jawa. Musik gamelan, yang juga dijumpai di Bali memegang peranan penting dalam kehidupan budaya dan tradisi Jawa. 

Wednesday, October 13, 2010

Sisi Negatif Pengaruh Budaya Barat

Sisi negatif dari pengaruh budaya barat adalah kenakalan remaja sebagai bagian dari dekadensi moral bangsa ini. Penyebab menurunya moral atau akhlak remaja dapat dibagi atas : 
  1. Pengaruh kuat media informasi elektronika dan cetak yang mudah dicerna dengan tingkat   kesulitan sensor yang tinggi.
  2. Kurangnya pendidikan agama atau akhlaq, sebagai kunci kontrol diri remaja dalam menghadapi sikap negatif di lingkungan sekitar.
  3. Minimnya pengetahuan yang bisa dinikmati melalui pendidikan yang layak.
  4. Kekurangan rasa percaya diri dalam pergaulan hingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang buruk, ditambah minimnya keterampilan untuk mengembangkan potensi diri ke arah yang lebih baik.